Showing posts with label Self Recovery. Show all posts
Showing posts with label Self Recovery. Show all posts
05:49

Forgiveness Therapy

by , in
Berawal dari rasa kecewa pada diri sendiri

"Kenapa aku dulu nggak gini ya?"
"Kenapa dulu aku begitu yaa?" dll dsb

Unda selalu berkomunikasi sama Allah, bagaimana caranya agar unda bisa memaafkan diri sendiri. Karena walaupun sudah maklum, 
(oh mungkin Prita yg dulu belum ngerti...) tapi masih ada rasa jengkel ketika harus flashback ke diri yang dulu.

Masih ada reaksi nggak nyaman ketika recalling memory yang bikin Unda kecewa lagi sama diri.
Seperti nggak bisa move on.

Hingga akhirnya, Unda dipertemukan dengan banyak orang yang membuka pikiran Unda, salah satunya ditemukan dengan Kulgram Forgiveness Therapy bersama Drs. Asep Haerul Gani, Psi. yang  diselenggarakan oleh @pathfinder @sayogya

to be continued..
14:40

Terimakasih..

by , in
Terimakasih karena selalu memujiku bahkan disaat aku tak mengerjakan tugasku dengan baik.

Terimakasih untuk selalu mendengarkan walaupun terlalu banyak kata yang aku curahkan.

Terimakasih untuk selalu tertawa ketika gurauanku sama sekali tak lucu.

Terimakasih karena selalu memberi aku waktu berpikir untuk merenungi semua kekuranganku lalu mengatasinya bersama.

Terimakasih telah memilihku atas segala kekuranganku. ❤

 Insya Allah ucapan terima kasih ini akan terus bertambah
Terimakasih, suamiku.
06:05

Berkomunikasi dengan Allah

by , in
Bismillah..
picsource: pinterest


Selalu berkomunikasi dengan Allah di setiap situasi terbukti membuat diri ini menjadi lebih tenang.

Sudah beberapa bulan ini Unda membiasakan berkomunikasi dengan Allah Apapun yang terjadi dalam hidup Unda..

Disaat Unda senang sedih marah kecewa apapun perasaan yang meliputi Hati ini selalu Unda curahkan padaNya..

Dan ketika apa yang ada di dalam hati ini sudah tercurahkan padaNya entah mengapa terasa sekali Ia menemani disetiap langkah ini..

Merasa ada yang meluk berasa ada yang nemenin nggak khawatir lagi sama apa yang terjadi karena fokusnya cuma sama Allah.

 Terus temenin hamba ya Allah..
Da Aku Mah Apa Atuh tanpa dirimu Ya Allah..
20:19

Allah's Best Scenario

by , in
Bismillah..


Lagi edit foto-foto @inarapatiseri www.instagram.com/inarapatiseri, tiba2 inget awal mula Inara.. lalu baper dan pengen nulis 🥺

(part sebelumnya sempat dijelasin di postingan unda di Instagram https://www.instagram.com/p/BqgFB1egm_-2aINDBANc3iNPEuOp2i7zhY2BWs0/)

Alhamdulillah ketika Ayah sudah mulai bisnis sesuai passionnya kami pun mencoba untuk menjalani Inara sesuai dengan skenario Allah..
Produk pertama kami waktu itu adalah vanilla crumble choux  (onpict) yang Alhamdulillah masih best seller sampai sekarang Makasih sahabat Mainara.. Biidznillah..

Dan pada saat di awal itupun packaging kami masih box makanan warna putih yang biasa ditemukan di pasaran.. Lalu diatas dusnya kami tempel stiker @inarapatiseri dengan logo yang lama..

Suatu hari kami membutuhkan modal untuk membuat packaging baru dan juga modal lainnya. Tapi nggak mau pakai profit hermosa, kata Ayah. Sedangkan profit dari Inara belum cukup waktu itu.. hmm gimana yaa caranya?

Minta petunjuk lah ke Allah..

Tiba-tiba ingat kami itu masih punya asuransi..
Sebelum nikah suami sempat ikut asuransi dan dananya bisa kami klaim setelah Nara SD..

Dan pada saat itu kami Dilema antara mau menyudahi asuransi itu atau melanjutkan sampai Nara SD, lalu tidak membukanya lagi.
Dan jawaban dari Allah adalah...

Bismillah hati kami mantap menyudahi asuransi walaupun kami tahu uang yang kami terima sudah pasti jumlahnya jauh lebih sedikit dari yang sudah kami 'tabung' (karena belum tiba saatnya klaim), Ya sudah pasti rugi tapi bismillah Semoga Allah Ridho dengan keputusan kami..

Singkat cerita uangnya sudah cair dan kami pergunakan untuk modal Inara patiseri..

Alhamdulillahirobbilalamin Allah memberi banyak jalan untuk kami dari mulai membuat menu-menu baru, dan juga mengizinkan produk kami masih disukai oleh pelanggan lama dan muncul pelanggan baru..

Tidak mudah menjalaninya, sampai sekarang juga masih newbie bangeeet, masih harus banyak belajar bangettt, tentunya banyak tantangan dari Allah dalam kehidupan kami.
Tapi apapun yang terjadi itulah yang terbaik..

Insya Allah kami akan selalu ikhtiar menapaki takdir Allah dengan sebaik-baiknya ikhtiar dan juga doa..
Semoga Allah izinkan jadi jalan manfaat.. Semoga Allah ridho..Semoga Allah ridho..

Aamiin Yaa Rabbal Alamiin..

09:07

Shining at the right place

by , in


Melihat Musa bolak-balik tengkurap di usianya yang 5 bulan ini mengingatkan Unda pada usia 3 bulannya Musa dimana mulai muncul harapan Musa bisa tengkurap di usia itu..

Tak mau membandingkan Musa dengan kakaknya Unda berusaha pasrah dan menikmati setiap perkembangan Musa dari hari ke hari..

Tak lupa doa andalan Unda kepada Allah..
"Ya Allah Yaa Rahmaan.. anakku ini milikMu seluruh organ tubuhnya adalah milikMu maka Engkau adalah yang paling berhak untuk menentukan Kapan ia bisa berguling duduk berjalan dan semua perkembangan lainnya.."

"Bimbinglah hamba agar bisa merawat titipanMu ini sesuai dengan apa yang Kau mau.. seperti apa yang Engkau ridhoi.."

Di usia ke 5 Musa mulai tengkurap Alhamdulillah, belum bisa kembali berbaring dari tengkurapnya, namun tidak mengurangi rasa syukur kami atas anugerah besar yang Allah hadirkan di tengah keluarga kami.

Semoga kami selalu ridho dengan segala ketetapanNya. Aamiin..
Stay Healthy, Adeeek.
07:04

Fokus pada (Pemberi) Solusi

by , in

Bismillah..


Ketika salah satu dari kami kurang sehat, kami tidak serta merta langsung menemui dokter untuk sebuah solusi.

Kami tanyakan kepada Allah Apakah Kami perlu untuk menemui dokter?
Jika hati kami ragu maka kami tidak akan pergi ke dokter walaupun suhu badan panas hingga 3 hari.

Tapi jika Allah izinkan biasanya hati kami mantap untuk menemui dokter.

Begitupun untuk pemberian obat. Lagi-lagi kami tanya pada Allah Perlukah kami memberikan obat a b atau c?
Atau kami ikhtiar saja dengan bahan-bahan alami?

Biasanya Allah akan menjawab melalui keteguhan hati unda atau suami.

Unda dan suami takut salah dalam menentukan sikap, maka melibatkan Allah merupakan cara terbaik bagi kami untuk menemui sebuah solusi yang terbaik.

La haula wala quwwata illa Billah..
13:21

Tum-bang!

by , in
Beberapa hari belakangan ini enggak sempat menulis hiks 😔
Qodarullah kami bertiga (Unda, Kakak Nara, Adek Musa) sedang kurang sehat..

Berawal dari kakak Nara yang tiba-tiba suhu badannya tinggi di hari Senin pagi tanggal 13 Januari lalu..
Kami beranggapan bahwa Nara masuk angin karena qadarullah sebelumnya di hari Minggu Kami menghabiskan sore hari kami di Kiara Park dengan angin yang cukup besar pada saat itu..

Hari Rabu panas Kakak Nara turun, tapi  lanjut batuk.. namun Qadarullah suhu badan Musa ikut tinggi.. 

Besoknya di hari Kamis Unda yang ikut panas badannya disertai batuk juga mengikuti kakak Nara dan Musa..

Alhamdulillah sampai hari ini kami masih batuk tapi suhu badan kami sudah normal Alhamdulillah 😊

Semoga bisa cerita-cerita lagi..
Hari ini update kondisi dulu ya..
05:47

Keep Connecting!

by , in
Bismillah..


Allah ingin Unda beradaptasi dengan situasi baru..⁣⁣⁣
Baru saja anak-anak sakit dalam waktu yang berdekatan.⁣⁣⁣
Subhanallah hati dan pikiran tercurahkan hanya untuk mereka.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣ banyak Hikmah yang bisa dipetik dari Kejadian ini.⁣⁣⁣
Dimana Unda jadi banyak menghabiskan waktu hanya untuk berdoa dan berkomunikasi dengan Allah.⁣⁣⁣
Minta dikuatkan minta dilancarkan minta disabarkan dan diridhoi di segala aktivitas menemani anak-anak, disaat suami harus bekerja.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣ salah satu contoh,⁣⁣⁣
Musa ingin digendong terus sama Unda ditaruh sebentar pasti nangis walaupun dalam keadaan tertidur.⁣⁣⁣
Akhirnya Unda bicara dengan Allah bahwa unda ingin mandi ingin sholat ingin makan supaya bertenaga dan segar untuk bisa kembali mendampingi anak-anak.. Oh dan juga ingin mempunyai waktu berkualitas berdua dengan kakak ketika musa tidur. Jadi unda Kemukakan keinginan Unda dan Sebutkan kenapa doa ini. berhak dikabulkan..
⁣⁣⁣
Yang terjadi setelahnya adalah musa tertidur pulas hingga unda selesai mandi sholat makan juga menemani Kakak. Musa bangun persis tepat setelah aktivitas yang unda ingin selesaikan.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Maasya Allah..⁣⁣⁣
Hati pun lebih tenang dan stabil.⁣⁣⁣ karena merasa Allah begitu dekat dengan Unda dan selalu mendengar doa-doa Unda. Sesuai dengan kebutuhan Unda..⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Semoga bisa selalu terkoneksi dengan Allah dalam situasi apapun. Aamiin..
13:33

Say, Yes..

by , in


Unda pernah cerita kan yaa bahwa Unda kapok nggak langsung patuh sama nasehat ayah 🙈

Pokoknya kemarin-kemarin unda tuh harus "kejedug" dulu baru bisa benar-benar sadar hehe
Jadinya sekarang kalau ada apa-apa diam aja dengerin apa kata suami walaupun dalam hati suka bilang "tapi kan..." pokoknya terus berusaha untuk terus patuh deh.. 🤭😁

Nah terus kalau kayak gitu suami patuhnya sama siapa dong? Kan suami juga ada kalanya salah..

Ini bisa jadi tugas kita sebagai istri untuk terus berdoa memohon kepada Allah agar suami dilindungi dari hal-hal yang tidak Allah sukai, dari mulai bersikap bergaul juga mengambil keputusan dalam hidup.

Dan jika dihadapkan dengan hal-hal yang kurang baik Biarlah Allah langsung yang menunjukkan jalan yang terbaik, dengan bantuan doa kita dan ikhtiar kita untuk patuh..

Insya Allah itu jadi lingkaran kebaikan dalam rumah tangga.. ❤

Bismillah Semoga Allah selalu Ridho kepada rumah tangga kami dan kita semua. Aamiin..
20:22

Speedy Recovery, Baby..

by , in
Bismillah..


Hari kedua Kakak Nara sakit.. 🤒
Sedihnya hati Unda.. 😭
Jadi Murung yang biasanya ceria berantakin rumah sekarang rumahnya jadi lebih rapi tapi jadi sepi 😔

Ketika keluarga diuji dengan sakit itu hal paling berat untuk unda..
Mungkin karena Allah tahu unda paling nggak tahan melihat orang tersayang sakit maka Allah uji kesabaran unda untuk menghadapinya..

Terima kasih ya Allah sudah membuat Unda lebih sering berdoa hari ini dibandingkan hari-hari biasanya..

Tubuh ini milikmu jiwa raga ini milikmu maka aku memohon padaMu untuk angkat penyakitnya ya Allah..

 La haula wala quwwata illa Billah..
10:44

Back to How We Used to be..

by , in
Setiap setahun sekali, selama satu bulan, Allah memberi kita kesempatan untuk kembali ke fitrah.
Setelah apa yang kita lalui selama sebelas bulan lainnya, Allah selalu memberi kesempatan, lagi dan lagi untuk kita bersungguh-sungguh beribadah kepadaNya, dengan pahala yang berlipat ganda di satu bulan yang satu ini.


Kalau kita mau melihat lebih dekat, menelusuri lebih dalam, bukankah semua ini adalah keistimewaan yang Ia berikan untuk kita, hambaNya? Agar kita dapat berlomba-lomba mengharap kebaikan, memetik banyak hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi di setiap waktunya. Agar kita belajar dan praktek lebih banyak; belajar lebih sabar, belajar lebih ikhlas, belajar lebih memahami, menjadi pribadi yang lebih 'tenang' dan pantang khawatir akan apapun kecuali khawatir kehilangan cintaNya.


Inilah yang semua orang inginkan, dan ternyata tidak mudah. Memiliki akhlak mulia sebagai cerminan keimanan seorang manusia, yang tetap bahagia dan bersyukur, walau keadaan memaksa kita untuk menangis dan menyerah.


Alhamdulillah.. Ramadhan dan Idul Fitri yang semakin indah dari tahun-tahun sebelumnya, (lagi-lagi) jika kita mau memetik hikmah, sedikiiit saja dari sekian banyak hikmah yang Allah berikan. Bukan hanya tentang bertambahnya personil di dalam keluarga (pasangan/anak/ipar/dll), bukan hanya tentang bisa bersilaturahim dengan keluarga jauh, bukan hanya bisa makan ketupat dan kawan-kawannya. Namun lebih dari itu.


Tak terlukiskan, karena hanya hati masing-masing yang bisa merasakan, bagaimana indahnya momen ini.

Maaf kusuka mengalirkan rasa.. Bagaimana aliran rasamu?

pic: pinterest
https://id.pinterest.com/pin/10133167888525351/



14:52

The Simplicity of Family Project

by , in
pic: pinterest
https://id.pinterest.com/pin/524176844115034903/

Anak tuh memang paling nggak suka disuruh-suruh, tapi anak suka dilibatkan dalam Project Keluarga. Walaupun esensinya sama, tapi pengemasannya berbeda.

Seperti yang terjadi selepas subuh hari ini. Unda lagi hectic beres-beres baju setrikaan, dan juga menyiapkan cucian baju yang akan dijemur. Ayah bersih-bersih, dari mulai nyapu sampai lap-lap. Nah, Nara mulai bosen nih, mainan yang nemenin Nara sebelumnya, sudah nggak tersentuh lagi. Nara mulai cari perhatian.

Sebelum Unda ‘nyerah’, sebelum Nara benar-benar ingin ditemenin, Unda coba kasih Nara project.
.
Nara.. nara, Pupus (boneka kesayangannya) kotor, tuh. Nara mau cuci pupus nggak?
.
Mauuuu!” jawab Nara antusias.
.
Dengan anteng dan happy, akhirnya Nara mencuci pupusnya yang sudah dekiil, lalu disikat sampai bersih. Walau pada akhirnya tau-tau Pupus jadi bau karbol haha, tapiii yasudahlaaahh 😆😂
.
Nara selesai, Unda dan Ayah juga selesai. Main lagi deh kitaaaa.
.
.
Walaupun Project kecil-kecilan keluarga alias bagi-bagi peran di dalam keluarga ini tidak selalu berhasil, (karena terkadang Nara memang bener-bener butuh ortunya), tapi asyik banget untuk diaplikasikan. Selain anak belajar melakukan banyak hal sendiri, ia juga jadi merasa ‘berarti’ karena dia punya peran. Anak-anak kan paling suka dengan peran yah? 😍
.
.
Sesimpel ini materi Family Project 🙈. Judulnya keren yaah padahal cuma biar anak anteng? Karena keluarga kita semua, keluargamu, keluargaku, kan keren-keren, jadi labelnya harus keren juga atuuh 😍
.

.

#belajarmemahami #familyproject #keluarga
13:23

REZEKI TAK TERTUKAR

by , in
Bismillah..
.
Sebenarnya hal ini sudah beberapa kali terjadi (sepengetahuan Unda), namun karena yang terakhir baru aja terjadi, Unda memutuskan untuk menuliskannya.

...

Suatu hari, ada seorang customer (katakan saja A) mau memesan produk Hermosa. Namun karena Hermosa menerapkan sistem ‘balas dari bawah’ seperti pada umumnya, maka chat order yang baru masuk saat itu tidak langsung dibalas.

Nah, ketika giliran balas punya A, ternyata A cancel karena Hermosa respon terlalu lama katanya, sedangkan ia butuh cepat. Alhamdulillah..

Denger cerita kaya gini biasanya nyeletuk,

Yaahh lebar iih.. kurang cepet nih balesnya..

haaa sayang..” dll.

Tapi Alhamdulillah-nya, kami semua kemarin merespon dengan sangat legowo,

"Yauda gapapa, kan masih ada yang lain yang berhasil closing Alhamdulillah, kita fokus melayani mereka aja dan jangan lupa berterimakasih sama A karena sudah menghubungi Hermosa.


Nggak taunya beberapa lama setelahnya, Reseller closing dan chat ke Hermosa..
Masyaa Allah.. Kita senyum-senyum, karena Nama penerima barang adalah A.

Ya Allah rezeki mah nggak kemanaa yaa..


Alhamdulillah, Rezeki memang tak kemana, dan ternyata ini lebih indah, karena reseller kami juga mendapatkan ‘rezekinya’ karena A closing melalui beliau. Coba kalau tadi di awal jadi closing sama A via Hermosa langsung, pasti Reseller nggak ‘kebagian’.

Alhamdulillah.. Allah memang perencana terbaik 😍


...


Notetomyself:
Tapii, walaupun pada akhirnya nggak closing di pusat/reseller sama sekali, ngga apa-apa juga, berarti rezekinya Hijab Shop yang lain. Toh, tujuan kami semua (hijab shop) Insya Allah pasti sama dengan produk hijab yang disediakan.

Karena bukan berlomba-mencari keuntungan pribadi semata, tapi berlomba-lomba dalam memenuhi kebutuhan dan juga terselip dakwah. 😊 Aamiin Insya Allah..

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi berkah kepada kita semua selalu. 😊

#notetomyself #selfreminder #blessing


05:56

Bertanggung Jawab atas Harapan

by , in
Ketika Unda meminta kepada Allah agar Nara menjadi anak yang shalihah, Unda harus bertanggung jawab untuk menjadikannya shalihah.
.
Ketika Unda meminta kepada Allah agar Nara jadi anak yang memiliki akhlak yang baik, pun Unda bertanggung jawab untuk menjadikan akhlaknya baik.
.
Ketika Unda meminta kepada Allah agar Nara memiliki pergaulan yang baik, Unda juga bertanggung jawab agar pergaulannya baik.
.
Bagaimana caranya?
Unda juga tidak tau pasti. Unda masih terus mencari, ditengah segala kekhawatiran akan akhir zaman.
Tapi, Allah tau pasti. Pasti Allah tau.
.
Doa. Kekuatan Doa.
Kesungguhan doa yang menjadikan kita mampu. Mampu menjadikan putra/putri kita dambaan surga.
.
Kesungguhan doa yang menjadikan kita memperoleh jalan; yang aman dari marabahaya, jalan yang diridhoi-Nya.
.
.
Sungguh Unda khawatir akan kejamnya akhir zaman. Semakin Unda membuka mata akan banyak hal yang terjadi, semakin Unda ingin memeluk Nara lebih erat, lebiiih erat.
.
Naudzubillahimindzalik..
Semoga Allah selalu melindungi kita. ❤
.
#aliranrasaunda

06:28

My Forever Hero

by , in
Pernah suatu hari, di awal-awal pernikahan kami, Ayah ‘dikerjain’ sama orang berkali-kali. Bukan dikerjain yang berupa bercandaan, tapi ini dzalim kalau menurut Unda sih. Dan perbuatan dzalim itu bukan hanya tentang kekerasan fisik, tapi sebuah kata pun bisa mendzalimi orang lain jika itu memang sangat menyakitkan.

Satu kali, diabaikan dulu nggak masalah. Ketika yang kedua, yaudah mungkin khilaf, bertambah yang ketiga, keempat dan seterusnya, kok Unda yang geram yaaa.. rrggghhh

Unda bilang sama Ayah,

Yah, sekali-kali dibales kan ga apa-apa. Kan gak salah juga bales.. Kita berhak loh buat balas, ini dzalim namanyaa, diliat sama orang lain lagi, kan menjatuhkan harga diri itu tuh....

Yaudahlah biarin aja..

Baiklah..

Suatu hari, mungkin ketika si beliau itu sudah sangat keterlaluan, Ayah mengajak beliau untuk bicara empat mata dan bertanya apa maksud dari semua yang dia lakukan. Beliau tak bisa berkata-kata untuk membela diri dan hanya meminta maaf, walau tak jarang ia mengulanginya lagi.

Unda sedikit kecewa berharap Ayah bisa memberinya ‘pelajaran’, lagi-lagi bukan soal fisik, tapi mungkin bisa dibicarakan lagi dengan sangat-sangat serius.

Terus Ayah bilang,

Allah tau siapa yang salah dan siapa yang benar. Biar aja Allah yang balas, yang penting Ayah udah pernah ngomong berdua sama dia, supaya dia gak malu. Kalau setelahnya masih sama, yaudah. Da Ayah juga marah sebenernya mah kesel, tapi kayaknya ngga akan nyelesein masalah juga kan, yang ada nanti tambah keruh dan kemana-mana. Belum lagi persepsi orang beda-beda nantinya, nyebar dari mulut kemulut ditambah bumbu-bumbu. Aahh pusing, Nda.. hehe

He’s the one who shows me a way of thinking positively in this ‘tough’ life. Dulu kalau ada suatu kejadian, Unda biasanya dikit-dikit ingin balas, tapi sekarang lebih legowo walaupun kadang marahnya udah maksimal. Tapi sifat marah itu memang fitrah kan, hanya gimana cara manusianya aja untuk bisa mengontrol perasaan marah tersebut.

Tulisan ini Unda buat setelah Unda baca terjemahan surat Asy-Syura ayat 40-43. Jelas tertulis bahwa kita berhak membalas kejahatan dengan kejahatan, tapi memaafkan dan membalasnya dengan kebaikan merupakan perbuatan mulia. Masyaa Allah. The choice is ours 😊

It’s not about cowardice; but patience makes someone a hero.


And you are my forever hero, Yah .. ❤



20:43

Surat untuk Abah dan Ibu

by , in
Terbesit ingatan akan mereka selepas shalat maghrib hari ini, 22 November 2017, ditengah-tengah lantunan ayat suci Al-Quran yang keluar lewat bibirku. Ingatan yang tak biasanya, diiringi isak tangis karena tak kuasa menahan rasa syukur atas apa yang Allah berikan kepadaku melalui mereka, walaupun bukan orangtua kandungku. Huruf demi huruf kucoba lantunkan dengan hati-hati; kuperhatikan tajwidnya kuteliti mahrajnya, dan semuanya mengantarkan aku akan kenangan dengan Abah dan Ibu.

.....

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Untuk Alm. Abah dan Ibu Rasidi yang Prita yakin sudah di tempat terbaiknya Allah.. Rasanya ingin Prita ucapkan terimakasih yang besarnya tak bisa dilukiskan, atas ilmu yang telah Abah dan Ibu berikan kepada Prita dan teman-teman sedari kecil. Alhamdulillah beberapa ilmu masih sangat membekas, sangaat membekas.

Alhamdulillah, Segala Puji Hanya Bagi Allah, imam Prita bilang sedari sebelum menikah, bahwa lantunan ayat suci Al-Quran Prita cukup baik, bah, bu.. walau tak sempurna, semua tidak lain atas jasa Abah dan Ibu. Ibu yang mengajari Prita dari Iqro, dan Abah yang mengajari Prita Al-Quran beserta tajwidnya hingga khatam, lalu dilanjutkan ke tafsir. Masya Allah, banyak sekali pahala untuk Abah dan Ibu.

Maafkan Prita, bah, bu.. dari sekian banyak ilmu yang diberikan oleh Abah dan Ibu, hanya sedikit yang masih Prita ingat. Rasanya menyesal tak melatih semuanya agar terasah kemampuan ilmu agama, malah sedikit demi sedikit terkikis.. Seharusnya hafalan tafsir Prita sudah bertambah ke surah lainnya yang lebih panjang yaa bah? Tapi maaf, untuk mengingat tafsir surah2 pendek saja Prita kembali terbata-bata. Prita mohon maaf bah, bu..

Disela-sela ilmu yang membekas Prita berusaha untuk selalu belajar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Prita tak pernah sangka sebelumnya, bahwa apa yang Abah dan Ibu ajarkan di masa lalu, begitu berarti banyak untuk Prita di hari ini.

Insya Allah pahala untuk Abah dan Ibu akan selalu mengalir.. Prita sedang dalam perjalanan untuk bisa mendidik anak Prita menjadi jauh lebih baik dari Ibunya. Prita mohon doa, agar Prita tak pernah kenal lelah belajar menjadi orangtua, dan juga istri yang sholehah bagi imam Prita, tak lupa menjadi anak berbakti kepada orangtua.

Tak akan pernah Prita lupa akan jasa Abah dan Ibu. Setiap ada yang berkesempatan bertanya bagaimana Prita belajar mengaji, Prita pasti akan ceritakan semua kebaikan serta ketegasan Abah dan Ibu dalam mendidik anak-anak didiknya dahulu. Masya Allah, pahala Abah dan Ibu masih mengalir deras walau Abah Ibu sudah tak disini.
Surat ini tak akan mampu membalas semua jasa Abah dan Ibu. Insya Allah doa Prita akan sampai yaa, Abah, Ibu..

Allahhummaghfir lahu warhamhu wa'aafihi wa'fu anhu...


Allahhummaghfir laha warhamha wa'aafiha wa'fu anha...



picsource: google

06:46

When its good, it will be forever good.

by , in
Sometimes we just need to take a breath and listen ❤


Ketika kita dinasehati orang lain, lalu kita berkata "Kamu juga kaya gitu dulu, ngga usah sok2 nasehatin deh kaya yang paling bener aja."
Nggak akan pernah selesai urusan, karena pada dasarnya manusia adalah tempatnya salah, tempatnya dosa, pasti punya kekurangan.

Belajar memandang suatu nasehat dari isinya, bukan dari siapa yang mengutarakannya. Karena kebaikan bisa datang dari siapa saja, bahkan dari makhluk paling nggak kita sangka sekalipun..


"Maka disebabkan ucapan mereka, Allah swt. memberi ganjaran kepada mereka dengan kebun-kebun yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah ganjaran orang-orang yang berbuat kebaikan. (Q.S. 5:86)"


Allah Maha Membolak-balikkan hati dan siapapun yang berbuat baik Allah akan kasih yang lebih baik lagi..

Kosongkan gelas kita untuk belajar menerima apapun dari oranglain karena siapapun bisa berbuat baik dan menyampaikan hal yang baik. 😊


Wallahu alam..



picsource: pinterest
06:01

The Rise of Writing Spirit

by , in
Pertama-tama...
Kenapa jadi rajin menulis begini? (hehe) Biasanya blog isinya hanya tugas bunsay, dan biasanya blog rame hanya 17 hari dalam sebulan (hanya, lagi)untuk tugas bunsay plus aliran rasa. Hehehe.

Jadi beberapa waktu lalu, di kelas Bunsay, ada pengumuman mengenai IIP Blogger Award.
Apa ituuu?

IIP Blogger Award adalah semacam ajang yang dikhususkan untuk para peserta kelas Bunda Sayang aktif yang sering mendokumentasikan tugas-tugasnya di dalam blog. Disini IIP ingin mengapresiasi member yang selalu aktif menulis di blognya, dan juga memotivasi yang lainnya agar rajin menulis. Dan sebagai yang kurang rajin menulis, saya cukup terpacu untuk bisa berkontribusi di ajang ini.

Sempat ada pikiran bahwa saya masih terlalu newbie untuk hal ini. Karenaaa, sangat banyak teman-teman saya yang blognya bagus-bagus. Suuppeeerr bagus. Dari mulai design blognya, gaya penulisannya, konten blognya, dan lain-lainnya, waduuuhh bikin ciut hehehe.

Tapi sewaktu malam pengumuman diadakannya Blogger Award ini, mz Yuli, fasil kelas saya bilang, untuk menjadikan hal ini sebagai latihan meningkatkan jam terbang kita dalam menulis. Dan butuh waktu semalam untuk meyakinkan diri untuk ikut Blogger Awards ini. Baiklaaahh ikut saja, sebagai tempat mengalirkan rasa ketika tidak bisa berbicara, enaknya dituangkan kedalam tulisan.. :)

Semoga selain mengalirkan rasa, kedepannya tulisan-tulisan disini bisa bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan. ^^ Aamin



06:37

Not only a meeting..

by , in
Menerjang hujan dan macet dalam angkutan online demi mengisi energi bertemu dengan Ibunya IIP dan para pengurus IIP Bandung.

Walau fokus (selalu, tiap meeting, seru 😄) terbagi dengan suara anak-anak, Nara yang juga minta perhatian, berada di tengah-tengah mereka adalah suatu kehormatan tersendiri.

Nggak pernah sangka setelah menjadi Ibu, saya masih bisa berkomunitas. Bertemu, berbagi dan melayani dengan teman-teman satu value dengan berbagai macam karakter yang gak ada yang jelek kalau kata ibu. We complete each other. ❤

IIP Bandung, paling banyak membernya, akan paling banyak tantangannya dan pasti akan paling kuat juga pengurusnya dalam menghadapi tantangan. Gimana caranya supaya komunitas kita nggak hanya kuat di kuantitas, tapi kualitas itu yang penting, kata ibu juga. ❤

Walau baru bergabung seumur jagung, Alhamdulillah bisa jadi bagian dari mereka.
Allah pasti punya tujuan tertentu kenapa saya bisa ada ditengah mereka.
Terspesial adalah izin Ayah dan Nara yang selalu jadi syarat utama untuk berperan di dalam sini.

Apapun perannya, semoga selalu Allah mudahkan langkahnya, selalu Allah kuatkan pundaknya, dan selalu Allah bahagiakan hatinya. ❤


(Unda mana yaaahh? 😆)



08:46

Menata Diri..

by , in
Ketika pikiran sedang berjalan kebelakang. Berusaha mengumpulkan hikmah yang terjadi atas segala yang pernah dialami, disitu saya bersyukur.

What happened in the past, made me, me in the present and would make me, me in the future.

Berawal dari masuk kedalam komunitas Institut Ibu Profesional. Dengan penuh rasa ingin tahu berawal dari nama institutnya, dan tugas-tugas yang kerap diunggah oleh member-membernya terdahulu, akhirnya saya memberanikan diri untuk mendaftar. Setelah melakukan pendaftaran, singkat cerita akhirnya saya bisa langsung hadir di kelas Matrikulasi. Niat saya di awal pada saat itu selain penasaran adalah, ingin berusaha menjadi lebih baik, berhubung saya ini adalah Ibu yang terbilang masih baru dan sangat butuh belajar banyak, siapa tahu ikhtiar ini sangat membantu.

Awal-awal sesi dimulai, tentu lah peraturan yang lebih dulu disosialisasikan sebelum ke materi. tata Tertibnya adalah kurang lebih sebagai berikut:

📚TATA TERTIB 📚

Prinsip di kelas ini adalah "Semua BOLEH, kecuali yang TIDAK BOLEH"

Maka kami akan menyampaikan hal-hal yang TIDAK BOLEH saja, selain hal ini diijinkan...

⛔ TIDAK diperkenankan di grup ini membicarakan hal-hal sbb :

1⃣Politik dan kritik pemerintah

2⃣Mempertajam perbedaan Suku, Agama, Ras dan Anggota Tubuh ( SARAT)

3⃣Fitnah dan ghibah (membicarakan kejelekan orang yg tidak ada di grup ini, dimana masalahnya kita belum tentu tahu kebenarannya)

4⃣ Khilafiyah ( perbedaan paham yang tidak ada ujungnya)

5⃣Memposting info materi/ berita, tanpa mencantumkan  sumber berita yg valid.

6⃣Memposting info seminar/parenting yg diselenggarakan oleh parpol dan underbow nya, atau info seminar yg kita bukan penyelenggaranya dan tidak tahu kebenaran event tsb.


Selain hal tsb di atas, berarti BOLEH

...

Awal-awal baca tata tertib tersebut agak kaget. Ups. Sebagai seorang wanita yang masih ada sisa-sisa kegadisannya (hehehe), jujur saya sering sekali komentar soal pemerintah dan juga tak jarang membicarakan kebenaran sifat kurang baik dari orang lain (ghibah). Dari situ saya coba untuk at least nggak melanggar di dalam grup deh.
And it works..

Bulan demi bulan berlalu saya mulai kerasan di IIP. Dampak positif tak hanya terjadi dalam kegiatan saya di dalam grup kelas/komunitas secara umum, tapi kedalam kehidupan sehari-hari. Dalam keseharian, saya otomatis mengurangi 'perhatian' saya terhadap aksi pemerintah dan juga tingkah laku orang lain. Walaupun saya gak memungkiri bahwa hal tersebut belum sepenuhnya hilang dari diri ini, tapi at least ada perubahan ke arah lebih baik.

Lama-lama saya sadar bahwa, dibandingkan mengomentari aksi pemerintah yang tak sesuai dengan keinginan masyarakatnya yang jumlahnya bejibun, lebih baik kita buat perubahan sendiri yang dimulai dari diri sendiri dan juga keluarga. Buat kontribusi positif dalam membangun keluarga dengan bonding yang kuat, yang senantiasa taat pada Allah SWT, dan Insya Allah akan selalu dimudahkan akan segala urusan.

Dan ketika ada hal yang kurang baik saya dapatkan ada dalam diri seseorang, saya kembali berkaca apakah saya pernah kurang baik seperti itu ataukah sebenarnya saya sedang kurang baik seperti itu atau bahkan lebih buruk lagi? Jika saya tak mampu mendekatinya dan mengoreksi apa yang terjadi padanya dengan baik, mungkin lebih baik saya diam dan mendoakan yang terbaik untuknya.

Saat ini tempat saya mencurahkan isi hati adalah suami saya dan juga Allah. Ketika ada hal yang kurang baik terjadi, saya hanya cerita apa adanya kepada beliau lalu meminta solusi atas apa yang harus saya lakukan saat itu dan kedepannya. Ketika semuanya sudah terasa lebih lega, saya bisa lanjutkan untuk berdoa kepada Allah.

Rasanya tenang.. dan penuh kesyahduan ketika dapat mengalirkan rasa kepada Sang Maha Pengasih.

Manusia tempatnya salah, saya pun masih terlalu banyak kesalahan. Namun saya ingin selalu naik level menjadi lebih baik paling tidak dari hari-hari kemarin, walaupun hanya sedikit.
Semoga Allah memudahkan langkah saya dan kita semua.



Background source: Pinterest
Words: rasa